Namun upaya mereka
dihalangi aparat polisi yang berjaga-jaga sejak tadi pagi. Akibatnya,
buruh dan polisi terlibat aksi saling dorong. Aksi buruh ini dipicu
kekesalan mereka karena tidak ditemui Rachmat Yasin. Meski tidak terjadi
bentrokan fisik, aksi saling dorong gerbang kantor bupati yang terletak
di Jalan Tegar Beriman, terjadi hingga beberapa kali.
Abdul Hamid, salah seorang buruh, mengatakan, mereka mendesak Bupati Bogor segera menandatangani Momerandum Of Understanding (MoU) dengan buruh, yang isinya mengenai kenaikan upah buruh dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta lebih. "Kami juga menolak sistem outsourching," katanya.
Hingga kini, ribuan buruh masih berorasi di depan gedung Bupati Bogor. Mereka tetap menunggu kepastian dari bupati. Bila tidak mau menemui buruh, mereka yang akan menutup tol Jagorawi. Sebelumnya, ribuan buruh ini melakukan sweeping di kawasan pabrik di Sentul Bogor. (umi)
Sumber : Viva.co.id
Abdul Hamid, salah seorang buruh, mengatakan, mereka mendesak Bupati Bogor segera menandatangani Momerandum Of Understanding (MoU) dengan buruh, yang isinya mengenai kenaikan upah buruh dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta lebih. "Kami juga menolak sistem outsourching," katanya.
Hingga kini, ribuan buruh masih berorasi di depan gedung Bupati Bogor. Mereka tetap menunggu kepastian dari bupati. Bila tidak mau menemui buruh, mereka yang akan menutup tol Jagorawi. Sebelumnya, ribuan buruh ini melakukan sweeping di kawasan pabrik di Sentul Bogor. (umi)
Sumber : Viva.co.id
No comments:
Post a Comment